mungkin memang kekhilafan itu selalu datang diujung sesal
teriring dengan kegelisahan dan kegundahan
mungkin memang kealpaan itu selau teriring dengan kecemasan
sehingga disambut dengan logika yang tak sehat
dan hari demi hari kulalui dengan beribu kegelisahan
akan bongkahan yang masih terpendam di dalam hati
batu yang baru saja kutemukan di tengah perjalananku menapaki hidup
otakku serasa beku dan terpaku
jiwaku serasa melayang entah dimana
aku merasa bukan di dalam jiwa yang sama
entah
yang jelas batu dalam hati dan otak itu bisa membuatku terdiam
hanya bisa menatap dalam jalan panjang yang melebar dengan mulut menganga
aku tak biasa membuat kesalahan dan kealpaan seperti ini
otakku ada dimana
hatiku ada dimana
jiwaku ada dimana